
Perubahan Imigrasi Australia 2026: WHV Tahun Kedua dan Ketiga Akan Dibatasi
Australia mengumumkan sejumlah perubahan besar pada kebijakan imigrasi pada September 2026. Salah satu perubahan yang paling menarik perhatian pemegang Working Holiday Visa (WHV) adalah rencana pembatasan jumlah visa tahun kedua dan ketiga melalui sistem ballot atau undian.
Perubahan ini menjadi penting bagi pemegang Working Holiday Visa Australia subclass 417 dan subclass 462, terutama mereka yang berencana memperpanjang masa tinggal hingga tahun kedua atau ketiga.
Australia Perketat Kebijakan Imigrasi 2026
Pemerintah Australia mengumumkan sejumlah langkah untuk mengendalikan pertumbuhan temporary migration sekaligus mengarahkan migrasi ke sektor yang dianggap membutuhkan tenaga kerja.
Selain perubahan pada program Working Holiday Maker, pemerintah juga mengumumkan perubahan terkait student visa, visitor visa, dan prioritas pemrosesan sejumlah skilled visa.
Salah satu perubahan yang paling signifikan adalah rencana pembatasan jumlah second Working Holiday Visa dan third Working Holiday Visa.
Second WHV Australia Akan Dibatasi 45.000 Tempat
Berdasarkan pengumuman terbaru, jumlah second Working Holiday Visa akan dibatasi hingga maksimal 45.000 tempat per tahun.
Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan jumlah pemohon yang saat ini memenuhi persyaratan. Karena itu, pemerintah Australia berencana menggunakan sistem ballot untuk menentukan siapa yang dapat melanjutkan ke visa tahun kedua.
Namun, memenuhi persyaratan kerja yang ditentukan tetap menjadi bagian dari persyaratan visa.
Dengan demikian, menyelesaikan specified work tetap penting bagi pemegang WHV yang ingin mengajukan visa tahun kedua.
Third WHV Australia Akan Dibatasi 5.000 Tempat
Pembatasan yang lebih besar diterapkan pada third Working Holiday Visa.
Pemerintah berencana menyediakan maksimal 5.000 tempat per tahun untuk visa tahun ketiga.
Sama seperti second WHV, sistem ballot akan digunakan apabila jumlah pemohon yang memenuhi syarat melebihi jumlah tempat yang tersedia.
Hal ini berarti pemegang WHV yang ingin tinggal di Australia hingga tahun ketiga perlu memperhatikan perkembangan aturan baru dan mekanisme pendaftaran ballot.
Apakah Pemegang WHV Indonesia Akan Terkena Ballot?
Untuk pemegang paspor Indonesia, informasi ini sangat relevan karena Indonesia merupakan salah satu negara yang mengikuti program Work and Holiday Visa subclass 462.
Namun, detail mengenai penerapan ballot untuk setiap negara, tanggal mulai, serta transitional arrangements belum sepenuhnya dijelaskan dalam pengumuman tersebut.
Karena itu, pemegang subclass 462 yang saat ini berada di Australia sebaiknya tidak langsung menganggap bahwa mereka pasti harus mengikuti sistem ballot.
Informasi resmi mengenai implementasi aturan baru masih perlu menunggu penjelasan lebih lanjut dari pemerintah Australia dan Department of Home Affairs.
Apakah 88 Hari Kerja Regional Masih Berlaku?
Untuk saat ini, persyaratan specified work untuk mendapatkan second dan third Working Holiday Visa tetap menjadi bagian penting dari program WHM.
Artinya, pemegang WHV tetap perlu memperhatikan persyaratan kerja yang berlaku, termasuk pekerjaan yang dilakukan di wilayah dan sektor yang memenuhi ketentuan.
Dengan adanya rencana ballot, menyelesaikan specified work tetap penting, tetapi memenuhi persyaratan tersebut nantinya belum tentu secara otomatis menjamin mendapatkan visa tahun berikutnya jika jumlah pemohon melebihi kuota.
Perubahan Visitor Visa Australia
Selain WHV, pemerintah Australia juga mengumumkan perubahan terhadap Visitor Visa.
Salah satu rencana perubahan adalah penerapan No Further Stay condition (condition 8503) pada visitor visa baru.
Kondisi ini dapat membatasi kemampuan pemegang visitor visa untuk mengajukan visa lain dari dalam Australia.
Kebijakan tersebut ditujukan untuk mengurangi praktik yang dikenal sebagai visa hopping, yaitu penggunaan satu jenis visa sebagai jalan untuk kemudian berpindah ke jenis visa lainnya setelah berada di Australia.
Perubahan Student Visa Australia
Pemerintah juga mengumumkan perubahan terkait international students.
Salah satu fokusnya adalah mengurangi perpindahan antarprogram pendidikan yang dianggap dilakukan terutama untuk mempertahankan status visa.
Selain itu, terdapat rencana pembatasan kemampuan sebagian mahasiswa internasional untuk membawa pasangan atau anak sebagai secondary applicants.
Beberapa kategori tertentu, termasuk program postgraduate research seperti PhD, dapat memperoleh pengecualian berdasarkan aturan yang diumumkan.
Sektor Agriculture Mendapat Prioritas
Menariknya, di tengah rencana pembatasan temporary migration, pemerintah Australia juga memberikan perhatian lebih terhadap sektor yang mengalami kebutuhan tenaga kerja.
Beberapa sektor yang mendapatkan prioritas dalam skilled migration antara lain:
Agriculture
Construction
Fisheries
Teaching
Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan migrasi Australia tidak hanya berfokus pada pengurangan jumlah migran sementara, tetapi juga pada mengarahkan tenaga kerja migran ke sektor yang dianggap membutuhkan pekerja.
Kapan Aturan WHV Baru Mulai Berlaku?
Sampai saat pengumuman ini, belum ada tanggal pasti kapan sistem ballot untuk second dan third Working Holiday Visa mulai berlaku.
Pemerintah masih perlu menjelaskan detail implementasinya, termasuk:
tanggal efektif;
mekanisme ballot;
negara mana saja yang akan mengikuti sistem tersebut;
transitional arrangements;
bagaimana aturan diterapkan kepada pemegang WHV yang sudah berada di Australia.
Karena itu, informasi mengenai tanggal mulai perlu menunggu pengumuman resmi berikutnya dari pemerintah Australia.
Apa yang Harus Dilakukan Pemegang WHV Sekarang?
Bagi pemegang WHV Australia yang sedang mengejar visa tahun kedua atau ketiga, perubahan ini bukan berarti specified work menjadi tidak berguna.
Untuk saat ini, langkah yang dapat dilakukan adalah:
Tetap memenuhi persyaratan specified work.
Simpan payslip, kontrak kerja, timesheet, dan bukti pembayaran.
Pastikan pekerjaan dan lokasi kerja memenuhi ketentuan WHM yang berlaku.
Pantau pengumuman resmi Department of Home Affairs.
Jangan mengandalkan informasi dari media sosial sebelum aturan implementasinya diterbitkan.
Pemegang WHV juga sebaiknya memperhatikan tanggal kedaluwarsa visa pertama agar tidak kehilangan opsi visa berikutnya karena terlambat mengajukan.
Kesimpulan
Perubahan imigrasi Australia 2026 membawa perubahan signifikan terhadap program Working Holiday Maker.
Second Working Holiday Visa direncanakan memiliki batas maksimal 45.000 tempat per tahun, sementara third Working Holiday Visa dibatasi hingga 5.000 tempat per tahun. Jika jumlah pemohon melebihi kuota, pemerintah berencana menggunakan sistem ballot.
Namun, tanggal mulai sistem ballot dan aturan transisi untuk pemegang WHV yang sudah ada belum ditentukan secara jelas.
Bagi pemegang subclass 462 dari Indonesia, perkembangan mengenai mekanisme ballot dan transitional arrangements menjadi hal yang sangat penting untuk dipantau.
Sampai aturan baru resmi berlaku, pemegang WHV sebaiknya tetap mengikuti persyaratan yang sedang berlaku dan menyelesaikan specified work sesuai ketentuan.
Artikel ini bersifat informatif dan dapat diperbarui setelah pemerintah Australia menerbitkan detail resmi mengenai implementasi kebijakan baru.